Nama-nama seperti Roberto Baggio, Rui Costa, Zinedine
Zidane, Francesco Totti, Alessandro Del Piero..??nama-nama barusan telah
menjadi idola,bagi para penikmat bola yang mengikuti sepak bola Italia pada tahun
90-an dan awal 2000-an. Roberto Baggio selama karirnya dia berhasil mencetak
221 gol; Del Piero 208 gol; dan yang terbaru Totti dengan torehan 225 gol
(bahkan masih bisa bertambah karena Del Piero dan Totti masih aktif bermain).
Zidane tak perlu lagi kita bahas kehebatannya, dia adalah maestro, trequartista
terbaik yang pernah ada.
Era trequartista klasik di Italia mulai tergerus pada awal
tahun 2000-an. Kepergian Del Piero dari Italia pada musim panas tahun 2012
membuat luka tersendiri. Entah itu bagi para rekan setim, fans, bahkan seorang
"lawan abadi" Ale, Francesco Totti, juga bersedih. Bagaimana tidak,
pemilik nomor punggung 10 di Italia yang setipe Del Piero memang sudah sedikit
jumlahnya. Sebelum Del Piero hijrah ke Australia, pengguna nomor punggung 10
seperti Del Piero hanya tinggal dirinya dan Totti. Kini Italia kehilangan sosok
il pinturicchio, kehilangan seorang trequartista handal.
Francesco Totti
Alessandro Del Piero
Pada sepakbola modern, kontrol permainan lebih memilih peran
deep lying-playmaker atau regista untuk mengatur permainan. Sebenarnya peran
regista dan trequartista sama, mengendalikan permainan sebuah tim tapi seorang
trequartista juga diberkahi dalam urusan mencetak gol. Andrea Pirlo, bisa
dikatakan regista pertama yang terlihat di dunia sepak bola. Pemain yang punya
peran sama dengan trequartista, namun lebih mendalam. Mungkin il Metronome lah
yang telah mengilhami banyak pelatih sekarang menggunakan jasa seorang regista,
dan menghilangkan peran trequartista di sepak bola modern.
Di luar Italia, tak banyak pemain yang dapat julukan
trequartista. Di Argentina, nama Juan Roman Riquelme terlihat sebagai sebuah
trequartista andal. Seandainya Riquelme sekarang masih bermain di tim nasional
Argentina bersama Lionel Messi, mungkin Argentina akan menjadi sebuah tim yang
menakutkan.
Pada era sepak bola modern seperti sekarang ini, peran
playmaker memang masih sangat dibutuhkan, tetapi mungkin mereka tak bisa disebut
sebagai seorang trequartista. Xavi Hernandez di Barcelona lebih seperti
regista, dia tidak terlalu membantu penyerangan, hanya mengalirkan laju-laju
bola di Blaugrana dan mengontrol permainan. Andres Iniesta bisa saja
disejajarkan dengan para trequartista, sebab dengan skill individu yang di atas
normal, juga insting mencetak gol yang lumayan tinggi, serta kemampuan
mengontrol permainan, dan passing yang sering memanjakan La Pulga di tiap
pertandingan adalah cerminan seorang trequartista.
-Sumber Artikel bola-

