Akad nikah bukan hanya perjanjian antara dua insane. Akad nikah juga perjanjian antara makhluk dengan Al-Khalik. Ketika kedua tangan diulurkan untuk mengucapkan kalimat baik itu, diatasnya ada tangan Tuhan. Yadullahi fawqa aydihim. Begitu sakralnya akad nikah sehingga Allah menyebutnya “Mitsaqan ghalizha”, perjanjian yang berat. Dari seluruh perjanjian antara Allah dengan manusia, hanya tiga yang disebut sebagai “Mitsaqan Ghalizha.”
Pertama, Perjanjian Allah dengan Bani Israil. “Dan kami angkat keatas kepala mereka bukit Thursina untuk menerima perjanjian yang telah kami ambil dari mereka dan kami perintahkan kepada mereka: masukilah pintu gerbang itu sambil bersujud. Dan kami perintahkan pula kepada mereka: janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu. Dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang berat, mitsaqan ghalizha.” (An-Nisa: 154). Apa yang terjadi ketika sebagian mereka melanggar perjanjian berat ini? Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya telah kalian ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu. Lalu Kami berfirman kepada mereka: jadilah kamu kera yang terhina.” (Al-Baqarah: 65)
Kedua, Allah menyebut Mitsaqan Ghalizha ketika berbicara tentang perjanjian dengan para utusan-Nya yang mulia. Allah membuat perjanjian bukan hanya dengan para Nabi As, tetapi secara khusus dengan Nabi-nabi besar yang dikenal sebagai Ulul Azmi. Ia bersabda, “Dan ingatlah ketika Kami mengambil perjanjian dari Nabi-nabi dan dari engkau sendiri, dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang berat, Mitsaqan Ghalizha.” (Al Ahzab: 7)
Ketiga, Allah menyebut akad nikah antara dua orang anak manusia sebagai mitsaqan Ghalizha.
Pada tulisan ini, saya akan fokus pada Perjanjian ketiga. Perjanjian ketika akad nikah. Kesakralan dari sebuah pernikahan terletak pada acara akadnya. Ketika wali calon mempelai wanita menyalami tangan calon mempelai pria dan berucap “saya nikahkan…” kemudian disambut oleh calon mempelai pria dengan ucapan “saya terima…” disanalah telah terjadi perjanjian yang sangat kukuh. Penjanjian antara si-pria kepada Allah untuk mengimami istrinya sampai ke Jannah-Nya, pada beberapa tulisan yang pernah saya baca ucapan sang pria pada proses akad nikah diibaratkan dengan “saya terima konsekuensi surga dan neraka fulanah konsekuensi sebagai istri saya, saat dia lalai saya bertanggungjawab untuk mengingatkan dan menarik dia sampai dia menjadi kembali taat”. super sekali :D bukan?, menanggung dosa sendiri saja sudah kewalahan, tapi ditambah dengan menanggung dosa orang lain. Bahkan, proses akad nikah ini salah satu peristiwa yang dapat mengguncangkan Arsy dan disaksikan oleh malaikat.
Dari beberapa paragraf yang saya tulis dapat disimpulkan bahwa akad nikah bukanlah peristiwa yang biasa saja, bisa mengguncangkan Arsy yang begitu luasnya. Para malaikat menyaksikan perjanjian yang agung tersebut dan mengamini kebaikan dari do’a-do’a didalamnya. Saya ingat perkataan guru ngaji saya, orang yang biasanya hadir saat akad nikah biasanya akan cepat juga menyelenggarakan akad nikah untuk diri sendiri. Kenapa?, karena didalam do’a yang biasanya dilantunkan saat akad nikah, ada do’a untuk yang belum menikah dan untuk yang sudah menikah terselip do’a agar rumah tangganya diberkahi. Apalagi ada malaikat yang hadir dan mengamini do’a-do’a kebaikan disana.
Bagi Pria yang mengucap ‘janji’ saat akad
nikah, Ingatlah perjanjian itu bukanlah perjanjian yang semata engkau
lakukan dengan wali nikah si-fulanah, akan tetapi perjanjian yang engkau
lakukan dengan Allah. Untuk memenuhi janji itu, berarti engkau butuh
ilmu
Ya.. intinya konsekuensi setelah akad
akan lebih besar, jadi perlu ilmu dan janganlah engkau bermain-main.
Tapi jangan pulalah engkau takut berlebihan. Bukankah Allah akan
memudahkan segala hal yang diniatkan untuk beribadah pada-Nya?. Inti
tulisan ini, hanya untuk sebagai pengingat bahwa kesakralan pernikahan
terletak saat peristiwa akad bukan resepsi ataupun syukuran dalam bentuk
lain. Jagalah kesakralan pernikahan tersebut hingga janji itu terpenuhi
dan kalian berjumpa kembali di Jannah-Nya.
Tulisan ini dibuat oleh orang yang belum berpengalaman sama sekali hehee Ditulis dari beberapa referensi lain yang
lupa baca dimana dan juga tulisan ini bukan merupakan suatu kode apapun bentuknya..:D