Minggu, 24 Maret 2013

Semua ada masanya


Ibarat sebuah nasehat, lirik lagu, judul puisi atau yang lainnya, kali ini saya mau membahas handphone.

Era kejayaan SE mungkin bisa dibilang sudah lewat, semenjak hadir serbuan smartphone akhir ini, ibarat sebuah zaman, zaman keemasan SE sepertinya telah hilang dan berganti ke zaman yang kekaratan.Mungkin sebuah pertanda alam menggerakan kekuatannya untuk menggulung kehidupan handphone merek SE, termasuk handphone saya, sebuah SE yang sekarang mengalami bedrest.

Itu mungkin sedikit analisa saya kenapa SE saya sering sakit-sakitan, namanya sudah classic, masih harus menanggung beban tekanan di atas 100 push per hari pasti akan menyebabkan fatig yg luar biasa. Mau diikhlasin untuk berganti menggunakan handphone sentuhan era sekarang, eh berat juga hati ini merelakan,dan pada akhirnya saya wariskan hahaa. Ada sebuah teori yang masih terngiang di kepala, semua ada masanya, tp saya yakin sesuatu yang classic, walaupun eranya sudah berganti, pasti memiliki nilai yang lebih daripada yang sedang booming saat ini.

Semoga saja SE classic saya dilirik oleh kolektor benda classic yang bisa lebih menghargai benda classic dibanding counter handphone yg ada di mall atau pinggir jalan. Mungkin di saat itulah saya merelakan SE classic saya untuk berpindah dari tangan bapak dan mendapat perlakuan yang istimewa dari sang kolektor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar