Sebagai seorang manusia, sangat manusiawi jika memiliki sebuah
harapan yang besar untuk dicapainya. Sebuah harapan besar pasti
membutuhkan energi, pikiran dan waktu untuk mewujudkannya.
Alangkah senangnya jika harapan besar itu bisa diwujudkan dalam waktu
sesingkat-singkatnya, tapi apakah semuanya tidak butuh persiapan dan
ilmu? Persiapan dan ilmu itu juga butuh waktu.
Setelah mencoba merenung, harapan besar yang saya pikirkan belakangan
ini tampak seperti sebuah serangan sporadis yang bisa dibilang merusak
ritme hidup. Seakan melompat-lompat tanpa mengetahui tahapan mana yang
musti dilewati dan diselesaikan terlebih dahulu. Saya kembali lagi dalam
perenungan merangkai setiap kejadian sampai pada kondisi saya saat ini.
Semua begitu indah di saat saya bersyukur atas segala yang saya
terima, bersabar dengan segala kondisi, memainkan peran yang semestinya
saya jalani sebagai seorang mahkluk Allah SWT. Dengan jalan seperti itu
saya lebih merasa nikmat yang luar biasa.
Saya juga merasakan tidak segala harapan besar itu baik bagi diri
saya,terlebih berhubungan erat dengan kapasitas saya saat ini, seperti kejadian harus bersaing melawan senior yang beberapa tahun diatas saya,yaah...meski pada dasarnya saya memenangkannya.Tetapi apakah saya sudah
pantas dan memiliki kapasitas untuk bisa menanggung sebuah perwujudan
harapan yang besar? Saya analogikan sebagai sebuah gelas yang diisi air seember, pasti
banyak yang mubazir terbuang. Atau seperti ukuran perut kita yang
terbatas lalu kemudian kita makan dengan sangat kenyang yang bisa
membuat sakit dan susah nafas.
Bersyukurlah dan sabar saya rasa bisa menjadi jalan untuk naik 'kelas' sesuai tahapan
& dipantaskan Allah SWT untuk menerima & mengabulkan harapan
besar yang pernah terucap dalam doa.
Insya Allah dengan didukung adanya niat baik,segala sesuatu akan dimudahkan dan mencapai hasil yang sesuai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar