Sabtu, 23 Februari 2013

Bersyukur & Sabar

Sebagai seorang manusia, sangat manusiawi jika memiliki sebuah harapan yang besar untuk dicapainya. Sebuah harapan besar pasti membutuhkan energi, pikiran dan waktu untuk mewujudkannya.

Alangkah senangnya jika harapan besar itu bisa diwujudkan dalam waktu sesingkat-singkatnya, tapi apakah semuanya tidak butuh persiapan dan ilmu? Persiapan dan ilmu itu juga butuh waktu.
Setelah mencoba merenung, harapan besar yang saya pikirkan belakangan ini tampak seperti sebuah serangan sporadis yang bisa dibilang merusak ritme hidup. Seakan melompat-lompat tanpa mengetahui tahapan mana yang musti dilewati dan diselesaikan terlebih dahulu. Saya kembali lagi dalam perenungan merangkai setiap kejadian sampai pada kondisi saya saat ini.

Semua begitu indah di saat saya bersyukur atas segala yang saya terima, bersabar dengan segala kondisi, memainkan peran yang semestinya saya jalani sebagai seorang mahkluk Allah SWT. Dengan jalan seperti itu saya lebih merasa nikmat yang luar biasa.

Saya juga merasakan tidak segala harapan besar itu baik bagi diri saya,terlebih berhubungan erat dengan kapasitas saya saat ini, seperti kejadian harus bersaing melawan senior yang beberapa tahun diatas saya,yaah...meski pada dasarnya saya memenangkannya.Tetapi apakah saya sudah pantas dan memiliki kapasitas untuk bisa menanggung sebuah perwujudan harapan yang besar? Saya analogikan sebagai sebuah gelas yang diisi air seember, pasti banyak yang mubazir terbuang. Atau seperti ukuran perut kita yang terbatas lalu kemudian kita makan dengan sangat kenyang yang bisa membuat sakit dan susah nafas.

Bersyukurlah dan sabar saya rasa bisa menjadi jalan untuk naik 'kelas' sesuai tahapan & dipantaskan Allah SWT untuk menerima & mengabulkan harapan besar yang pernah terucap dalam doa.
Insya Allah dengan didukung adanya niat baik,segala sesuatu akan dimudahkan dan mencapai hasil yang sesuai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar